Kamis, 05 Mei 2011

FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN DAN PERANAN PASAR MODAL DI INDONESIA

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut.
Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan
Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek yaitu :
1.      Manajer keunangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan
2.      Manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagaikeputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya
3.      Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
4.      Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana perusahaan dapat memperoleh dana surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan

Tujuan Perusahaan
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Akan tetapi dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektifitias perusahaan. Berdasarkan alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.

Aspek penting lain dari tujuan perusahaan dan tujuan manajemen keuangan adalah pertimbangan terhadap tanggung jawab sosial yang dapat dilihat dari empat segi yaitu :
1.      Jika manajemen keuangan menuju pada maksimalisasi harga saham, maka diperlukan manajemen yang baik dan efisien sesuai dengan permintaan konsumen.
2.      Perusahaan yang berhasil selalu menempatkan efisiensi dan inovasi sebagai prioritas, sehingga menghasilkan produk baru, penemuan teknologi baru dan perluasan lapangan pekerjaan.
3.      Faktor-faktor luar seperti pencemaran lingkungan, jaminan keamanan produk dan keselamatan kerja menjadi lebih penting untuk dipertimbangkan. Fluktuasi di semua tingkat kegiatan bisnis dan perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi pasar keuangan merupakan aspek penting dari lingkungan luar.
4.      Kerjasama antara industri dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan peraturan yang mengatur perilaku perusahaan, dan sebaliknya perusahaan mematuhi peraturan tersebut.

Tujuan perusahaan pada dasarnya adalah memaksimumkan nilai perusahaan dengan pertimbangan teknis sebagai berikut :
1.      Memaksimumkan nilai bermakna lebih luas daripada memaksimumkan laba, karena memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
2.      Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan berbagai resiko terhadap arus pendapatan perusahaan.
3.      Mutu dari arus dana yang diharapkan diterima di masa yang akan datang mungkin beragam.

Perkembangan Pasar Modal
Sebenarnya pasar modal tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar lainnya. Keduanya merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran dalam memperjualbelikan sesuatu barang. Perbedaannya dengan pasar lainnya, dalam pasar modal yang diperdagangkan adalah barang-barang intangible berupa surat-surat berharga atau saham. Transaksi di pasar modal dapat terjadi karena ada yang melakukan permintaan yaitu perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspansi dan diversifikasi yang disebut Emiten.
Terdapat beberapa lembaga terkait dalam pasar modal, antara lain :
1.      Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
Badan pengawas ini memberikan ijin-ijin di bidang pasar modal misalnya Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Secara umum badan ini berfungsi untuk membantu menteri keuangan dalam melakukan penyusunan kebijaksanaan dalam pasar modal.

2.     Bursa Effek
Bursa effek merupakan pasar sekunder yang dikelola oleh organisasi swasta yang dapat membuat aturannya sendiri dan mengikat para anggotanya dan juga emiten yang tercatat di bursa. Bursa effek berfungsi untuk menetapkan effek-effek yang ada di bursa agar menjadi likuid. Apabila pemegang saham akan membeli atau menjual sahamnya, maka dapat dilaksanakan dengan mudah di pasar bursa.

3.     Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
Lembaga ini dapat menjamin jika ada saham yang gagal dalam transaksi.

4.     Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
Lembaga ini berfungsi untuk menyelesaikan transaksi dan menyimpan saham-saham yang diperjualbelikan.

Manfaat dan Peranan Pasar Modal
Pasar modal sangat bermanfaat bagi emiten dan investor. Adapun manfaat bagi emiten antara lain:
a.       Menciptakan iklim berusaha yang sehat, sehingga akan diperoleh dana jangka panjang bagi emiten
b.      Menghilangkan insentif mempertahankan mayoritas kepemilikan
c.       Mendorong pemanfaatan manajemen secara profesional
d.      Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan akses kontrol sosial

Sedangkan manfaat bagi investor antara lain:
a.       Memberikan alternatif investasi untuk memperoleh keuntungan dengan resiko yang dapat diperhitungkan
b.      Memberikan kesempatan bagi investor untuk memiliki perusahaan-perusahaan yang sehat, baik dan benar.

Secara nasional, pasar modal mempunyai peranan untuk terciptanya iklim berusaha yang sehat, terciptanya alokasi sumber dana secara optimal, tersedianya alternatif sumber pembiayaan pembangunan dan terciptanya penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar